Kementan dan Menko Kemaritiman Berikan Penyuluhan Pertanian di Humbang Hasundutan


Doloksanggul (Protokol)

 Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Justan Ridwan Siahaan, Staf Ahli Menko Kemaritiman Lambok Simorangkir, Direktur Serealia Ali Jamil Harahap termasuk Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah dan Kabid Penyuluhan TPH Sumut Erpison Muis hadir di  Humbang Hasundutan memberikan penyuluhan pertanian dalam rangka pelaksanaan pendampingan kelembagaan dan ketenagaan penyuluhan pertanian, Jumat (27/4).

Pertemuan yang dihadiri Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE, Asisten Pemerintahan Drs Tonny Sihombing, pimpinan OPD, Camat, Kades, PPL, PPS dan kelompok tani itu dipusatkan di Pendopo Bukit Inspirasi Doloksanggul. Kehadiran Kementerian Pertanian itu bukan hanya memberikan penyuluhan kepada petani tapi menyerahkan alat-alat mesin pertanian (alsintan) berupa mesin pemipil jagung. Secara simbolis alsintan itu diberikan Justan Siahaan kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE dan selanjutnya nanti akan diserahkan kepada kelompok tani.

Irjen Kementan Justan Siahaan, Staf Ahli Menko Kemaritiman Lambok Simorangkir, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE, tokoh masyarakat RW Manalu, Kades Bonan Dolok Bakti Sihombing dan lainnya menaman jagung di lahan pertanian di Desa Bonan Dolok Kecamatan Lintongnihuta.

Justan Siahaan menjelaskan pertemuan ini sudah dirancang sejak 2017 lalu dengan tujuan agar masyarakat Humbang Hasundutan semakin sejahtera dari sektor pertanian. Pertemuan seperti ini baru Kabupaten Humbang Hasundutan yang pertama kali melaksanakan di Sumatera Utara. Ini atas kerja keras Bupati Humbang Hasundutan. Kegiatan ini sangat penting dan strategis untuk meningkatkan pertanian. Pertanian itu sangat penting. Bila diperhatikan Humbang Hasundutan sangat luas hamparannya, sangat cocok untuk lahan pertanian.  

Sementara Lambok Simorangkir mengaku sangat kagum melihat perkembangan Kabupaten Humbang Hasundutan. Namun walaupun demikian kemajuan itu harus terus dikejar supaya tidak ketinggalan, kalau tidak akan digilas kemajuan itu. Humbang Hasundutan ini bisa semakin maju lagi, maka masyarakatnya harus kompak dan bersatu. Kebijakan pemerintah itu harus didukung. Selain pertanian, bidang pariwisata juga sangat menjanjikan di Humbang Hasundutan.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE memaparkan luas lahan terlantar di Humbang Hasundutan sekitar 70.000 hektar yang tersebar di 10 kecamatan dan 90 % masyarakat merupakan petani. Humbang Hasundutan mempunyai potensi sangat besar dibidang pertanian dengan komoditas utama kopi, jagung, padi, holtikultura, kemenyan maupun peternakan. Potensi lahan pertanian luar biasa di Humbang Hasundutan, maka PPL sebagai panglima atau garda terdepan termasuk PPS (Penyuluh Pertanian Swadaya) harus mensosialisasikannya kepada petani.   

Sebagai ungkapan terimakasih, Pemkab Humbahas bersama masyarakat memberikan cendramata berupa ulos dan kopi khas Humbang Hasundutan kepada rombongan Kementan dan Menko Kemaritiman dipandu tokoh masyarakat RW Manalu.

Selanjutnya rombongan Kementan dan Menko Kemaritiman bersama Bupati Humbahas meninjau lahan pertanian di Desa Bonan Dolok Kecamatan Lintongnihuta sekaligus melakukan penanaman jagung. Selain jagung, di desa itu, tanaman padi gogo juga akan dikembangkan karena tanahnya sangat subur dan cocok. (REL/Rukmunal H Siregar/Protokol).